my personal thoughts, book, film and other daily dos

When Im Sharing, I Feel Alive
8:35 PM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments
Dalam perjalanan tadi pagi ke kantor, di radio sedang dibahas mengenai gratifikasi atau suap. Mungkin karena tanggal 30 kemarin itu, ada kasus suap impor daging yang menghebohkan karena menyeret oknum dari partai XXX. Salah satu cerita di radio itu adalah seorang wali kelas yang merasa disuap oleh murid-muridnya. Bayangin, wali kelas saja jadi objek. Kesannya sih sepele, pas si guru itu hamil banyak banget yang kasih hadiah seperti baju bayi, dll. Ternyata pas banget dengan pengalaman saya siang ini.


Ini adalah percakapan saya dan seorang client tadi siang di telepon:

Saya: Pak, job xxx request saya sudah beres belum ya?
Client: lagi running, tapi tadi operatornya minta kopi bu.
Saya: (mikir.. kopi ? kopi kertas schedule? Memo?)
Client: biasanya kalau kasih job tuh si mbak XXX kasih kopi lho ke operator, hehehe
Saya: oh..kopi minuman maksudnya?
Client: iya, biar kerjanya cepet beres gitu..
Saya: jadi gini ya..sistemnya..oke deh (buru-buru nutup telpon)

Saya tidak mau sok jadi angel of change atau agent of change. Cuma..hati nurani saya bilang “itu gag bener”. Kalau mau kasih semangat ke operator bukan gitu caranya. Fungsi leader apa dong? Kasih apresiasi ke mereka itu sudah jadi tugas perusahaan dengan transfer gaji dan lain lainnya. Okedeh..traktir, beliin cemilan, atau sekedar gorengan, tapi di luar konteks kerja. Dalam batas pertemanan saja.
Kelihatannya memang sepele, tapi ini sudah masuk kategori gratifikasi lho, menyuap, atau menjilat. Hiiii. Benih KKN. Masa sih, pas dulu jadi mahasiswa semangat banget bilang “berantas Koruptor” tapi  pas di lingkungan kerja kebawa nebar benih. Naudzubillah..
Silahkan deh yang mau nyinyirin saya pelit. Hehhehe. Awalnya nyuap pakai kopi, nanti kalau sudah jadi bos besar bisa tuh suap pakai barang-barang yang mewah.
“Istilah korupsi, suap, pembobolan, mark up, catut, artinya sama. Tidak jujur. artinya sama, tidak menuju ke keadilan sosial. Artinya, merampas nyawa kehidupan lain.”



9:15 PM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments

“Banyak orang yang berharap dapat memutar kembali waktu karena penyesalan, sampai hanya itu yang tinggal di benak mereka. Sampai penyesalan menggerogoti jiwa mereka, sampai lama-kelamaan mereka mati bersamanya. Penyesalan, sama seperti hidup, sama seperti kenangan, adalah hal yang sangat mengerikan.” 


Coba kalau kita dengar lagu, yang paling pertama dihafal pastilah refrain nya. Refrain itu biasanya terletak di tengah lagu. Refrain adalah bagian paling enak dan paling sering disenandungkan. Bahkan seringkali judul suatu lagu terselip di refrainnya.

Ini bukan lagu, ini sebuah tugas. Banyak yang bilang “aduh..susah banget memulai sesuatu dari 0”. Ternyata, memulai sesuatu dari 40% atau 50% sekalipun itu jauh lebih susah. Kembali ke analogi refrain. Tanpa tahu intro suatu lagu, dengan cukup tahu refrain kita bisa menyimpulkan “mau” si lagu itu apa. Beda dengan film, kalau sudah jalan seperempat atau bahkan separo dan kita baru nonton..itu gag seru banget. Perlu perjuangan memahami dan kadang jadi salah paham karena tidak tahu awal ceritanya.
Tugas ini bukan lagu, tugas ini seperti sinetron kejar tayang tanpa iklan. Nonton dari tengah bakal bertanya-tanya. Ganti channel? Maaf tidak bisa. Mau tak mau hidup harus dilanjutkan. 
“Hidup juga kayak cuaca. Hari ini bisa hujan, besok bisa cerah. Tapi, lo nggak akan punya hujan selamanya, atau kemarau selamanya. Kita butuh pahit dan manis secara bersamaan, sebuah bentuk keseimbangan.” 
― Winna Efendi

#random posting. Intinya, saya penat. Ada dua alasan ketika seseorang dimasukkan ke suatu zona. Pertama, karena dia mampu. Dan kedua, karena dia dibuang dari zona lain.

image source: http://web.stagram.com/p/370109635739747142_258713551
8:45 PM | by Nurul Inayah | Categories: , , | 1 comment

SMA sudah cukup berat tanpa harus memakai jilbab . Apa yang bakal dikatakan teman-teman sekelasku hari Senin saat aku berjalan masuk memakai jilbab untuk pertama kalinya? Wah, mereka pasti bakal ngeri. Memakai jilbab? Di depan anak-anak kelas sebelas? Lebih mudah berjalan masuk telanjang.
Paperback: 352 pages
Published 2007: by Gramedia Pustaka Utama (first published August 1st 2005)
ISBN: 9792230505
edition language: Indonesian
original title: Does My Head Look Big in This?
Series: Siskodisko
Setting: Australia
literary awards: Abraham Lincoln Award Nominee (2010)

Ini adalah novel yang saya beli dari garage book sale nya teman blogger Ninda.  Sebenarnya buku ini bergenre teenlit. Biasanya kalau teenlit itu, cukup beberapa jam saja untuk menamatkan. Tapi ini, dua minggu baru beres baca. Maklum, terjemahan jadi agak sulit menyelami cerita.
Kehidupan kaum muslim yang minoritas di Negara seperti Australia selalu tersisihkan. Mereka dianggap seperti masyarakat kelas dua. Untuk mempertahankan keyakinannya saja mereka harus berjuang melawan cacian dan prasangka orang yang kontra terhadap Islam. Apalagi para remaja Muslim yang bersekolah di antara orang-orang non muslim. Berbagai tantangan harus dihadapi untuk tetap dapat bersekolah. Randa Abdel Fattah mengangkat realita ini dalam novelnya yang berjudul Does My Head Look Big in This?
english version
versi Indonesia
Novel ini bercerita tentang Amal, seorang cewek ABG Australia keturunan Palestina Muslim yang bersekolah di sebuah sekolah swasta bergengsi di Australia. Amal sedang mengalami dilemma dalam hidupnya. Ia ingin memakai jilbab ke sekolah untuk memperkuat keyakinannya, namun sekolah di sana sudah cukup berat tanpa harus memakai jilbab.
Akhirnya Amal memutuskan memakai jilbab ke sekolah pada awal semester ketiganya. Namun tidak mudah menjalani kehidupannya yang baru ini. Banyak rintangan yang harus dihadapinya. Hari pertama masuk sekolah dengan jilbab, ia langsung dihadapkan pada kepala sekolah yang galak dan super disiplin yang menganggap “kain” di atas kepalanya itu merupakan suatu bentuk pelanggaran kedisiplinan berseragam. Sikap teman-temannya pun berubah, berbagai prasangka yang ditujukan kepadanya datang silih berganti. Belum lagi reaksi Adam, cowok yang diam-diam disukainya dan ternyata juga suka padanya. Untungnya, ditengah kegalauannya itu ia mempunyai dua sahabat yang setia mendukungnya walaupun mereka berbeda keyakinan.
Dalam novel ini Randa ingin menekankan bahwa jilbab bukanlah sebuah penghalang untuk mencapai kesuksesan. Jika kita meyakini sesuatu dan itu baik, maka jalankanlah dengan tekad yang kuat tanpa peduli dengan godaan di sekitar. Itulah pesan yang ingin disampaikan penulis lewat tokoh Amal yang pemberani dan teguh menjalani keyakinannya serta mempunyai rasa persahabatan yang tulus tanpa melihat perbedaan.
Review
Gaya bahasa penulis Australia memang beda dengan Indonesia. Deskripsi misalnya, terasa beda banget. Begitupun dengan istilah istilah yang saya tidak mengerti sehingga menerka-nerka maksudnya. Penulis sepertinya memasukan jiwa orang berusia 20an di tokoh yang berusia 16 tahun. Saya malah membayangkan Amal bukan anak SMA lho, dewasa banget. Atau mungkin di Australia memang begitu.
i am reading the book, i am proud to be muslim, i dont care what anybody says . Allah sangat dekat dengan kita, bahkan lebih dekat dari pembiluh darah leher. Segala bisikan hati kita, Allah tahu.

source:
http://www.goodreads.com/book/show/79876.Does_My_Head_Look_Big_In_This_
http://muslimut.blogspot.com/2010/01/memangnya-kenapa-kalau-aku-pakai-jilbab.html

7:44 PM | by Nurul Inayah | Categories: , | 45 comments

Saat saya interview kerja, saya ditanya jurusan. Jawab saya "Teknik Mesin dan Biosistem" yang dulunya "Teknik Pertanian" dan dulunya lagi "Mekanisasi Pertanian". Bayangan orang pastilah ini beda banget dengan teknik mesin ITB, UI, atau ITS. kalau beda, apakah lebih buruk? justru TMB lebih "plus" daripada teknik mesin yang lain. mau tahu?
Mengapa kita harus memilih TMB IPB? Untuk membantu membangun kesejahteraan ! Kog bisa? Karena seorang sarjana teknik, dimanapun dia berada, dia akan selalu berfikir dan bertindak dengan 3 motto, MENDESAIN, MENCIPTA atau MEMPERBAIKI.
Para sarjana Teknik Mesin dan Biosistem lah yang membuat penduduk di bumi (yang terus menerus bertambah) akan terpenuhi kebutuhan hidupnya, mendapatkan cukup makanan sehat dan air bersih yang berlimpah, mendapatkan tempat berteduh dan pakaian yang memadai, berlimpah dengan energi dan sumber energi terbarukan, dan hidup di lingkungan yang sehat. pengalaman yang akan menyiapkan lulusannya memiliki multi disiplin ilmu dan keterampilan yang bisa bekerja di banyak bidang.
Angkatan 44 (2007)
Antara lain di industri peralatan, industri pengolahan pangan dan hasil pertanian, perusahaan perkebunan, perbankan dan lembaga keuangan, lembaga pendidikan, bidang media, lembaga/badan/departemen pemerin­tahan, lembaga penelitian.
Bila susah memutuskan ingin belajar matematika ataukah ilmu fisika, atau ilmu biologi? Teknik Mesin dan Biosistem di IPB memberi kesempatan kepada kalian untuk menggabungkan ketiganya.
apa saja yang dipelajari di TMB IPB sehingga bisa dikatakan lebih "plus" dari teknik mesin lainnya? 
Semester 3: Dasar-Dasar Agronomi, Kalkulus II, Pemograman Teknik, Mekanika Fluida, Pengetahuan Bahan Teknik, Perbengkelan, Karakteristik Teknik Bahan Pertanian, Instrumentasi dan Kontrol.
Semester 4: Ilmu Ukur Wilayah, Kekuatan Bahan, Mekanika Teknik, Termodinamika dan Pindah Panas, Matematika Teknik, Gambar Teknik, Elemen Mesin.
Semester 5: Hidrologi Teknik, Kewirausahaan Teknik, Prak. Terpadu Mekanika dan Bahan Teknik, Statistika Teknik , Ekonomi Teknik,  Motor dan Tenaga Penggerak, Lingkungan dan Bangunan Pertanian, Sistem dan Manajemen Mekanisasi Pertanian.
Semester 6: Teknik Mesin Budidaya Pertanian, Teknik Mesin Irigasi dan Drainase , Teknik Pengolahan Pangan, Teknik Pengolahan Hasil Pertanian, Teknik Informatika Pertanian, Energi dan Listrik Pertanian, Metode Penulisan dan Penyajian Ilmiah.
Mayor Pilihan (pilihan 2 Matakuliah): Dasar Teknik Proses Biosistem, Ergonomika dan Keselamatan Kerja, Manajemen Tenaga dan Mesin Pertanian.
Semester 7: Rancangan Teknik, Rancangan Alat dan Mesin, Teknologi Greenhouse dan Hidroponik, 
Matakuliah Mayor Pilihan & Supporting Course  (pilihan 3 m.k): Teknologi Robotik, Teknik Pascapanen, Hubungan Tanah dan Alsintan, Teknik Pendinginan, Teknik Konversi Energi Terbarukan, Audit Energi

kalau baca judul mata kuliahnya sepertinya mengerikan, tapi kenyataanya tidak. semuanya fun, menantang, dan bermanfaat. Ini pendapat pribadi saya lho, yang basicnya tidak suka matematika. Awalnya sempat ragu, bisakah saya? Ternyata bisa, dan lulus tepat waktu (kurang dari 4 tahun) tentu dengan ijin Allah. Teknik Mesin dan Biosistem itu bukan hanya belajar mesin, tapi juga pertanian, pengolahan, sipil, lingkungan, dan juga manajemen serta IT nya. 

COME JOIN US
Source: http://tmb.ipb.ac.id
9:47 AM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments

Demam yang menyerang di hari jumat kembali kambuh di malam minggu hingga sekarang. Tapi Alhamdulillah,masih bisa buka jendela dan mendengarkan kicau burung di hawa yang sejuk. Berkhayal saja ini di suatu tempat yang indah.
Meski wajah terasa panas, dan mata sakit buat melirik kiri, saya paksakan gowes sepeda lipat kea rah pecenongan square. Belanja segala keperluan hari ini. Tisu, air mineral, air berion, susu segar, dan plester kompres demam yang sebenarnya buat anak-anak.

Pikiran memang kacau kalau demam, terlebih lagi saat malam hari. Tidur sama sekali tidak nyenyak karena dihantui mimpi buruk yang bukan berhantu melainkan mimpi-mimpi melelahkan seperti mimpi ngantor L .
Saya mencoba konsisten menulis dalam kondisi apapun, meskipun sebenarnya nulis di twitter sudah dari tadi pagi banget J. Suasana syahdu pagi ini disponsori lagu perahu kertas. Habis ini saya mau tidur lagi, karena mulai merasa panas.
11:46 AM | by Nurul Inayah | Categories: | 2 comments
sejak kelas 5 SD saya nge-fans banget sama grup band gigi. Padahal waktu itu anak seumuran saya masih ngefans – ngefansnya sama westlife atau Govinda. Lagu yang masih saya ingat banget karena rilis pas lagi puncak-puncaknya ngefans itu jomblo.
Kebetulan banget waktu itu lagu jomblo jadi theme song sinetron Lupus Milenia. Pastinya lebih sering diputer dong di tv. Maklum lah jaman dulu harus beli kaset, kalau enggak ya nunggu diputer di radio atau TV. belum bisa download mp3 trus disempen di hape kayak jaman sekarang. (mbajak namanya).
Sering banget lafalin lagu jomblo, dan saya penasaran, apa sih jomblo itu? Kata sumber yang bisa dipercaya sih jomblo itu artinya “anak bodoh”. Ahahha..saya sih percaya saja namanya juga anak kecil. kalau sekarang sih pengen tau apa, langsung aja search google. Jaman saya SD belum kenal sama google, internet saja saya belum tahu.
Saking nge-fans nya sama gigi, di dinding dapur sampai saya tulisin “Gigi” sampai sekarang masih ada lho tulisan itu, xixixi.
Tadi pagi saya mention tukang pegang mic nya Gigi, dan…dibales pakai direct message…aakkk..senengnya,,langsung deh semangat nyuci baju, nyapu, hahaha.
Ini mentionan saya:

Dan balasan direct message nya:

7:28 PM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments
Flu itu rasanya gag enak banget ya, apalagi jika harus masuk kantor kena AC seharian. Beberapa hari ini, januari nya benar benar hujan berhari hari. Karena kantor saya tetap masuk, kesibukan banyak, dan tidak sempat olahraga fisik jadi drop. Puncaknya jumat ini, sampai sekarang kepala saya masih nyut nyutan. Pergelangan tangan dan kaki ngilu, badan anget. Bayangin deh, 3 hari berangkat kantor dalam keadaan hujan (walaupun naik mobil). Hasilnya gini..
Parahnya lagi semalaman susah tidur gara gara mobil yang parker tepat di depan kamarku alarmnya hidup terus. Aaaakkkkk…sampai detik ini masih hidup. Plisss..jangan ganggu saya malam ini.
Tapi itu semua salah. Penyebab flu itu karena kontak dengan penderita, virusnya, ditambah kondisi badan yang tidak mampu menangkal. Ini adalah mitos tentang flu yang salah:
Mitos Tidak Benar Tentang Penyebab Ketularan Flu, Demam, Batuk dan Pilek :
  •     Karena cuaca dan perubahan musim
  •     Karena makan gorengan atau makan krupuk
  •     Karena hujan
  •     Karena masuk angin akibat kipas angin atau naik kendaraan
  •     Karena kecapekan dan kurang tidur
  •     Karena naik sepeda Motor
  •     Karena minum es
  •     Karena panas dalam
  •     Udara dingin, berenang atau AC
  •     Kena debu rumah, debu bangunan atau bulu Binatang


Flu yang saya rasakan ini tidak diawali dengan pilek. Hanya sesekali bersin, tapi badan terasa pegal pegal dan tidak nyaman. Kalau sudah begini, partner andalan saya bear brand. Hhehhe biar bisa istirahat. Hampir semua artikel yang saya baca mengatakan bahwa kondisi kesehatan mereka membaik setelah sering mengkonsumsi susu ini. 

10:35 PM | by Nurul Inayah | Categories: , , , | No comments
Mengingat bahaya global warming, negara-negara maju di dunia mulai menggunakan alternatif bahan bakar biofuel, yaitu bahan bakar yang diperoleh dari pengolahan benda organik. Selain harganya lebih murah, bahan bakar jenis ini lebih ramah lingkungan. Namun ada penelitian yang menjungkir balikkan fakta ini.
Sebuah penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa biofuel tidak seramah lingkungan seperti yang dibayangkan. Emisi yang dilepaskan dari pembakaran biofuel bila dicampur dengan polutan lain dapat berubah menjadi senyawa kimia berbahaya.
flow process biofuel
Dua paragraf di atas adalah kutipan dari berita sebuah media online. Berita yang mengagetkan terutama bagi saya yang sangat tertarik dengan biofuel. 
Untuk croscheck berita di media tersebut, saya contact dosen pembimbing tugas akhir yang sangat mengerti tentang renewable energy Ibu Ir. Sri Endah Agustina, Ms. Berikut ini adalah paparan dari beliau.
Tentang biofuel, sejauh ini penggunaan biofuel tetap direkomendasikan sebagai sumber energi alternatif yang 'renewable' dan lebih bersih emisi pembakarannya dibanding dengan pembakaran energi fossil . Hal tersebut mutlak, tidak bisa dibantah.
Pemurnian minyak biji jarak (zaman praktikum di lab Teknik Mesin dan Biosistem IPB)
Hanya saja, tetap harus berhati-hati dalam proses produksinya karena bisa saja diproduksi dengan tidak memperhatikan aspek lingkungan sehingga justru malah secara keseluruhan menghasilkan lebih banyak emisi. Misalnya jika biomassanya (sawit, tebu, singkong, dll) ditanam di lahan yang dibuka dengan mengorbankan bio-diversity secara berlebihan, menggunakan pupuk kimia dan pestisida berlebihan, dalam pengolahannnya boros energi dan menggunakan bahan-bahan kimia berlebihan tanpa kontrol dan tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan polusi.
Issue yang dibicarakan di media tersebut tampaknya adalah menyoroti tentang yang terakhir, yaitu dalam proses pembuatan biofuel tersebut menggunakan bahan-bahan kimia dengan tanpa management yang baik.
Secara prinsip, semua kegiatan manusia memang bersifat merusak. Hanya saja jika dilakukan dalam batas wajar maka alam akan me'recover' kerusakan tersebut dan menghasilkan kesetimbangan baru. Masalah timbul pada saat manusia berlebihan sehingga alam tidak mampu mengimbangi laju kerusakan tersebut.
Kita tidak bisa menghentikan tingkah laku kita yang merusak karena kita perlu makan, minum, melakukan perjalanan, melakukan pengolahan untuk memproduksi pangan dan barang-barang serta aktifitas kehidupan lainnya   sehingga semuanya bersifat polutan dan merusak.
Yang bisa kita lakukan hanyalah mengurangi laju polusi dan kerusakan tersebut dengan cara melakukan semua aktifitas kehidupan secara effisien dan menghasilkan kerusakan atau gangguan alam seminim mungkin. Ciptakan teknologi dan alat atau mesin yang efektif dan tidak berlebihan.

Dalam agama hal itu diberikan dalam bentuk ajaran ajaran "jadilah KHALIFAH dimuka bumi, hargai waktu (wal assrhi), selalu berpikir sehingga pandai bersyukur".
Penjelasan yang melegakan, dan menyejukan. Jangan ragu untuk tetap mengkampanyekan penggunaan biofuel. Media masa tanpa kecuali, harus bisa mencerdaskan masyarakat dengan informasi yang benar dan valid.

image source: www.tumblr.com/tagged/environment
7:49 PM | by Nurul Inayah | Categories: | 4 comments

Entah mengapa, saat saya sedang istirahat siang, dada kanan saya sakit banget. Susah nafas, nafas pendek-pendek dan makin sakit kalau narik nafas panjang walaupun saya sudah mencoba melapangkan dada. Tangan dingin, badan lemas, nyerinya berpusat di salah satu titik, dan merambat ke bahu. Dulu waktu kuliah sering begini, tapi tidak selama tadi. Setelah 10 menit dan belum sembuh, saya bawa jalan dan keluar ruangan. Alhamdulillah mendingan.
calligraphyinberlin.com
Kata orang, yang begitu itu namanya angin duduk. Heh?apa tuh? Tidak ada di istilah medis sih. Waktu saya  cari informasi, nyeri dada (khususnya kanan) itu bisa terjadi karena beberapa penyebab. Diantaranya ada masalah di dinding dada, paru, atau masalah psikologi. Hoho..psikologi kayaknya ya, terlalu cemas..hahaha. so far sih saya tidak demam, Alhamdulillah. Kalau demam, bisa jadi ada infeksi atau virus di paru-paru. 
Kata saudara saya, “oh itu dikerokin aja sembuh”. Kok gitu?ada fakta medisnya sih. Dengan kerokan, pembuluh halus (kapiler) di permukaan kulit bahkan pecah dan terlihat sebagai jejak merah di tempat yang dikerok. Para pemijat selalu mengatakan bahwa tanda merah itu merupakan bukti bahwa Anda masuk angin. Padahal, orang sehat pun bila dikerok akan meninggalkan jejak merah yang sama.



2:48 PM | by Nurul Inayah | Categories: , | 2 comments
Tidak seperti biasanya, menkominfo berkicau di dunia twitter yang menurut pendapat pribadi saya masuk kategori “nyinyir”. Maaf ya Pak, ini bahasa anak muda masa kini hehe. Saya sampai mikir jangan-jangan akun ini sedang disusupi nih, masa sih satu kabinet terang terangan begitu. Coba kita cek time line beliau , 
Lihat Tweet ini sepertinya menyambut baik


Mulai terang terangan


Dan dengan polosnya tweet beliau selanjutnya adalah:

mari kita baca pendapat yang membanjiri akun pak menteri atas kicauan ini:

Inikah pidato penyambutan seorang menteri komunikasi dan informatika yang selama ini terasa santun dalam berucap. Menteri menyindir di twitter, yang disindir parahnya adalah sesama menteri dan sekabinet. semoga saja ini ulah seseorang yang iseng ngeTwit pakai akun Pak Tiffatul Sembiring. Saat tulisan ini dibuat, Pak Menteri baru belum berkomentar. 

10:27 AM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments
Backpackeran di tengah masa ujian akhir semester 7 adalah kesintingan mungkin bagi sebagian besar mahasiswa. Semester 7 itu semester akhir sebelum penelitian dimulai. Menginginkan hasil UAS terakhir jadi hasil terbaik sepanjang kuliah, beban ujian yang berat, dll. Memang benar, ujian semester 7 itu mata kuliahnya lebih sedikit, tapi bebannya memang beda. Penelitian? Proposal sudah ACC, tinggal berangkat saja ke tempat penelitian langsung setelah beres UAS.
Ini bukan tindakan sinting, tapi nekat. Jumat awal tahun 2011, ujian hanya sampai jam setengah 10 pagi. Tiba tiba trelintas niatan, penat nih..bagaimana kalau ke jogja. OMG, saya kuliah di Bogor loh ya..
Sesegera mungkin saya berkemas, dengan kemeja yang sama dari kampus tadi saya menuju stasiun Bogor dan naik KRL menuju Jakarta kota. Berbekal sebuah ransel yang isinya Cuma alat mandi, buku catatan untuk ujian hari senin dan handout. Oiya,,hari senin itu mata kuliah yang diujikan teknik konversi energy terbarukan. Mata kulaih yang tidak bisa dibilang mudah meskipun saya sukai banget.
Dari stasiun Jakarta kota saya melanjutkan perjalanan ke stasiun senen, dan sesampainya disana langsung ngampar di depan loket pemberangkatan jalur selatan. Saat itu baru jam 1 siang, loket dibuka jam 3 sore. Sambil menunggu, saya komat kamit baca handout kuliah. Hahah..ini pengalaman belajar buat ujian teraneh yang pernah saya alami. Stasiun senen itu rame banget lho, apalagi weekend.
Kereta senja utama jogja meninggalkan stasiun senen pukul setengah 7 malam dan sampai di jogja setengah 6 pagi. Saat itu jogja hujan, saya lari ke halte transjogja. Sampai saat itu, saya belum tahu mau kea rah mana.
Singkat cerita, saya menikmati weekend di kota jogja ala backpacker itu dan tentu belajar buat ujian senin di Bogor.

Senin siang, ujian dimulai. Saya berhasil menjawab beberapa soal dan tentu meninggalkan beberapa soal yang saya jawab dengan keraguan.
Beberapa minggu kemudian, saat di lokasi penelitian tugas akhir dan saya baca hasil ujian saya tidak kecewa. Saya dapat C untuk mata kuliah itu. Ke jogja atau tidak, saya yakin tetap dapat C. karena meski dalam keadaan backpacker saya tetap belajar maksimal buat ujian. Dan yang bikin saya lega, teman teman 1 dosen bimbingan yang merupakan dosen pengampu mata kuliah itu juga dapat C. hehehe..
Saya tetap suka dengan mata kuliah teknik konversi energy terbarukan. Dan saya tetap suka traveling. Saya juga suka masa ujian, masa masa dimana tidak ada jarkom rapat dan selalu ada alasan untuk menolak segala undangan kumpul. Hahahha. Masa ujian juga masanya tidur teratur, makan teratur, nonton tv teratur.

11:20 AM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments
Bukan pencitraan tapi self branding. Merangkai kata yang benar benar menggambarkan diri kita. Ketika blogwalking seringkali saya menemukan tulisan yang mirip mirip tapi bukan karena copy paste. Melainkan karena gaya penulisannya yang kurang kreatif.
Menurut sil.org creative writing is writing that expresses the writer’s thoughts and feelings in an imaginative, often unique, and poetic way. Sama sama mengambil topic banjir Jakarta, tapi gaya penyampaiannya berbeda dan unik, misalnya.
Blogger yang mau meningkatkan SEO blognya juga harus bisa membuat tulisan yang unik, yang tidak hanya happening pada suatu saat saja.

Tujuan utama dari creative writing adalah untuk menyampaikan informasi tapi bisa membuat si pembaca merasa seperti membaca fiksi, artinya pembaca berimajinasi membayangkan hal yang dituliskan writer.
Ini juga yang sedang saya latih. Mneuliskan apa saja, kadang juga tips atau review atas suatu hal tapi dari sudut pandang saya sendiri. Berusaha menuliskan dengan jelas agar pembaca tidak salah paham (bukan pembacanya yang gagal paham saja ya,,hahaha).
Saya suka dikritik, tapi kritik yang membangun ya. Jangan sampai mengkritik ini itu, tapi ternyata hanya membaca paragraph pertama dari posting.

image by:http://www.allthatmsjazz.com/2012/10/the-30writenow-october-writing.html

8:13 PM | by Nurul Inayah | Categories: , , | 8 comments

Seperti tahun-tahun sebelumnya, festival durian diadakan kembali di kabupaten Pekalongan Jawa tengah. Festival rajanya buah ini sekaligus sebagai perayaan panen raya durian di seluruh wilayah kabupaten Pekalongan.  

Wilayah di kabupaten Pekalongan yang menghasilkan durian adalah Ta;un, Doro, Karanganyar, Kajen, dan yang paling terkenal adalah Desa Lolong Kecamatan Lebakbarang. Hampir seluruh bagian kampung dipenuhi pohon durian. Saat musim panen tiba, banyak sekali penjaja buah durian di jalanan kampung. Desa lolong sudah terkenal dengan kulitas duriannya yang maknyuss.
Menurut info yang dirilis situs resmi kabupaten Pekalongan, Festival Durian Lolong yang rencana akan kembali diselenggarakan pada tanggal 1 – 10 Februari 2013. Acaranya beragam, termasuk yang paling ditunggu masyarakat tentunya makan durian bersama sepuas-puasnya (Ken-Duri Durian). Agenda lain yang tak kalah menarik adalah acara Selamatan Petik Durian dan Kontes Durian Unggul.
Yang seru lagi nih, ada kontes durian lho. prosesi acaranya dimulai dengan petani mengantarkan durian dengan andong hias, upacara memulai penilaian, penjurian, pengumuman pemenang dan lelang durian unggul. Sedangkan acara puncaknya, Ken-Duri Durian atau makan bersama durian sembari menikmati kawasan desa wisata Kabalong (Karanggondang, Limbangan dan Lolong). Disediakan pula tumpeng durian untuk masyarakat, kopi durian, lepet durian, dodol durian dan makanan khas produk lokal. Ada pula cinderamata yang didesain khusus berupa pin dan kaos (website resmi pemkab Pekalongan). 
Anda tidak hanya akan menyantap durian enak, panorama Desa Lolong sangat asri. Salah satu spot yang harus dikunjungi adalah jembatan yang kata banyak orang peninggalan penjajah (entah Jepang atau Belanda). Bentuknya lengkung di atas sungai yang banyak bebatuan besarnya. 

Ayo..visit Pekalongan .. rasakan nikmatnya buah durian yang matang pohon. Tidak perlu jauh-jauh ke Medan ya,, 

image source: www.kompas.com
9:06 PM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments

Saya itu suka banget memotret, kalau dipotret sih tidak wajib. Sekarang sedang musimnya DSLR, tapi saya pengennya polaroid. Harganya sih lebih murah, tapi harus beli kertas fotonya gitu. Justru inilah seninya. Sekali jepret, tanpa edit, masukan foto ke album. Hemm jadul sih, tapi saya suka dan pengen banget punya kamera polaroid.
Mendokumentasikan dan menyimpannya dalam album foto rasanya lebih seru daripada menyimpan dalam soft copy. Selain itu, bisa juga melatih diri membuat foto yang bagus tanpa mengandalkan kecanggihan editing.
Semoga ada yang kasih hadiah kamera polaroid ya,,,heheh..
*oiya..polaroid itu sebenarnya merek kamera yah..kalau sebutan untuk kamera yang bisa langsung menghasilkan gambar di kertas itu kamera instax



8:34 PM | by Nurul Inayah | Categories: | 2 comments

GM itu singkatang untuk general manager atau atasannya manager. Tapi bagi saya, GM itu juga harus jadi good manager. Why?
Sore tadi, ketika saya sedang berkemas-kemas untuk pulang saya dipanggil GM saya,
“Nurul..”
Deg degan,,wah ada apa nih, ditanya apa ya, masalah budget atau apa ya . penuh prasangka jelek. Ternyata..
“saya suka dengan keberanian kamu menjawab email tadi” kalimat tulus dengan seulas senyum yang membuat saya pengen salto.
Seorang pemimpin itu tidak hanya harus pandai technical pekerjaan, tapi juga mengapresiasi anak buahnya. Saat saya terlihat lemah, beliau bilang “Nurul harus strong..” dan saat saya berani bertindak beliau mengapresiasinya dengan reward tadi itu.
So, GM is a Good Manager. Semoga saya bisa seperti itu juga ke member ataupun orang-orang yang bekerjasama dengan saya. 

image source: http://jellyjellybeans.blogspot.com/

9:01 PM | by Nurul Inayah | Categories: , , | No comments

Nonton balapan di sirkuit sentul sudah saya rasakan. Mulai nonton balap mobil retro, sampai supercar Ferrari dan Lamborgini. Tapi kalau balap motor di track miring, hemm..memacu adrenalin banget.
Dulu (sampai pertengahan 2012) daerah ini sawah. Pernah pula ditanami sayuran, buah, bahkan tebu. Tapi mungkin ini juga sudah jadi pertimbangan ya, merubah lahan pertanian jadi area racing. Kalau kita melihat dari sisi ekonomi mungkin jauh lebih menguntungkan dari sisi lingkungan. Saya tidak tahu deh itu, meskipun sebagai warga Talun say bukan pemegang kuasa pengambilan keputusan.
Ketka masih persawahan

Desa ngasinan yang merupakan pedukuhan dari Desa Talun, Kecamatan Talun, merupakan daerah yang didominasi persawahan. Tapi sekarang jadi ramai setelah salah satu bagian sawahnya dibuat area racing yang diberi nama sirkuit lembah ngasinan.
Aspek safety tentu harus diperhatikan terutama bagi penonton. Jangan terlalu dekat lah, atau jangan menonton dari bagian bawah track karena ini sangat bahaya mengingat track racing lembah ngasinan Talun Pekalongan yang miring.

Semoga saja ini membawa dampak baik bagi Talun khususnya dan Pekalongan umumnya dan juga bagi dunia racing tanah air. Selalu gunakan ban yang bagus, rekomendasi saya sih pakai Corsa. Corsa adalah ban partner Pon 2012 kemarin di Riau, dan sekarang Corsa sedang menjalin hubungan partnership dengan Manchester United Indonesia.

7:31 PM | by Nurul Inayah | Categories: | No comments

Setelah selesai membaca bukunya saya baru berniat nonton film ini. meskipun dari beberapa minggu lalu sudah heboh dimana mana. saya yakin banget kalau bukunya lebih bagus daripada filmnya. Ternyata ini benar.
Saya nonton di XX1 Bandung Indah Plaza yang lumayan besar tapi penuh sampai sampai saya harus nonton di deretan nomor 3 dari depan pinggir pula deket dinding. Nonton dalam posisi miring dan kebelet P*P*s. 
Adegan saat Habibie & Ainun kecil dijodoh-jodohkan di sekolah
Banyak hal baru yang tidak ada di buku namun ada di film, tapi jauh lebih banyak bagian buku yang hilang. si Aktor Reza Rahardian mencoba total,tapi kok malah mirip mr.bean gitu ya,hehe. Saya rasa Pak Habibie gag gitu gitu banget sih. BCL tetap menjadi BCL tapi ya lumayanlah. Yang menarik, pemeran Pak Harto hanya terlihat dari samping..hehe.
oia..ada penyamaran nama juga di film ini. Itu lho yang jadi anaknya Pak Harto dan berusaha menyuap. 
Katanya nonton film ini harus siap tisu ya,tapi saya sama sekali gag nangis. mungkin karena sudah baca bukunya dan bisa nebak jalan ceritanya. 
Overall, saya lebih merasakan sentuhan di bukunya daripada di versi filmnya.


6:46 PM | by Nurul Inayah | Categories: , | No comments
Ini adalah acara traveling saya yang pertama di 2013. Saat tahun baru, saya posting ini tentang keinginan saya traveling ke Bandung. Alasannya karena selama 5 tahun tinggal di Jawa Barat saya belum pernah sekalipun kesana. Weekend ini, kebetulan teman saya akan mengunjungi neneknya di daerah leuwipanjang dan saya ikut..horaii.
Kota Jababeka 05.30 sabtu pagi
Menuju pool bis primajasa yang berjarak sekitar 1 km saja dari tempat tinggal saya. Alhamdulillah belum penuh bisnya. Dengan 35.000 saya bisa langsung sampai Bandung tanpa lewat terminal, dan full AC.
Tol Cipularang 07.00
Ini pertama kalinya saya melewati tol yang sangat terkenal ini. Berasa oulang kampung, soalnya kiri kanan pepohonan, bahkan gunung. Juga lewat perkebunan teh walini. Jalanannya nanjak terus ya,,sensasi lewat tol yang berbeda.
LeuwiPanjang 08.30
Sampai di rumah nenek teman saya. Ngobrol dan lihat lihat album jadoel, cerita sejak nenek masih di Bukittinggi hingga di Bandung. Ceritanya seru banget, tapi sayangnya pakai bahasa sunda campur padang . hehe..hanya sepatah dua patah yang saya mengerti.
10.00
Siap mengelilingi Bandung. Dengan bus Damri dari leuwipanjang, kami menuju Bandung Electronic center. Sepanjang jalan banyak banget gedung tua, dan saya sangat suka itu. Di BEC saya beli flashdisc,gantungan hp, dan apa ya..oh iya,,lihat wujud nyata kamera polaroid yang pernah hampir saya beli (masih pengen).
12.00 Bandung Indah Plaza
Jalan kaki, kami menuju Bandung Indah Plaza. Lewat bazarnya Gramedia yang rame banget. Alhamdulillah saya tidak membeli sebuah bukupun. REKOR. Langsung kami menuju XX1, dan Alhamdulillah belum antri. Rencana mau nonton Habibie & Ainun. karena masih ada waktu, saya mengunjungi pameran foto dan nyobain yang namanya macarons. cuma karena penasaran saja, jadinya beli cuma sebiji. dan..yah..begini saja nih rasanya. apa bedanya sama bolu kering yang pakai krim aneka rasa dan warna. manisnya keterlaluan hahaha.

macarons 
Itu yang difoto nanti saya sama anak saya :)
14.30
Nonton Habibie & Ainun di deretan nomor 3 dari depan. Kebelet p**is. Haha. Review film ini akan saya bahas di posting lain. Yang pasti, saya tidak nangis sedikitpun. Ini aneh.
salah satu adegan Habibie & Ainun
16.30
Sudah lapar banget. Beres solat ashar, kami melanjutkan travelling ke Paris Van Java. Bandung hujan lebat. Sempat jalan kaki di jl. Pasteur dan nyebrang di perempatan dekat RS.hasan sadikin. Karena anginnya gede, payung saya terbang. Hahaha.
17.30
Sampai di Paris van java dalam keadaan seperempat badan basah. Wow..it’s time to foto hunting. Paris van java desainnya memang benar-benar paris. Begitupun pengunjungnya yang gorgeous abis. Touch up. Inikah syarat masuk paris van java. Merhatiin gaya fashion dari bocah sampai nenek nenek Bandung yang keren dan berani.


Tiffanys house

Magh saya tidak mau kompromi, segera deh masuk recheese factori yang ngantrinya luama pisan. Lumayan deh, isi perut pakai ayam dan nasi yang sebenarnya kurang memuaskan. Apalagi saya merasa aneh makan ayam saosnya keju begini J
19.30
Setelah puas jalan jalan dan foto-foto, kami pun pulang. Pas banget tulisan di Paris Van Java itu, “shopping till drop”. Sampai ke gang rumah nenek teman saya itu, saya melihat seorang pria yang sepertinya familiar wajahnya. Ternyata dia vokalis suatu band. 
Bandung hujan malam minggu
Sekarang saya tahu kenapa Bandung disebut sebagai Kota Kembang. Perlu diingat bahwa Pasar Kembang adanya di Jogja, dan Taman Bunga adanya di Bogor. Memang banyak sekali kembang yang tidak di pasar juga tidak di taman. Kembangnya bisa berjalan. Wanita Bandung itu cantik cantik dan fashionable.
Hari kedua
Travelling hari kedua diisi dengan agenda beli payung dan cilok sepanjang kaki lima jalan apa ya..hemm..yang jelas ada masjid gede gitu.
Bandung is gorgeous city

9:04 PM | by Nurul Inayah | Categories: , | 4 comments
Tweet saya tadi sore sepertinya bisa membuat orang pekalongan yang membacanya geram, marah, kesel, ini nih:
“Lebih familiar dg nama jalan d jogja drpd pekalongan.bahkan lbh merasa memiliki jogja drpd pekalongan.Talun aja yg damai”

Tweet ini mengalir begitu saja karena realitanya bagi saya demikian. Merasa asing banget dengan jalanan Pekalongan sampai suatu saat saya nyasar J sering banget saya denger Jetayu tapi belum tahu itu dimana. Lalu, museum batik pun saya tidak tahu wujud nyatanya.
Pasti bukan hanya saya, tapi sebagian besar orang Pekalongan. Bukan tak peduli, tapi ya itu tadi tidak tahu yang dihadapkan pada tidak adanya pengenalan. Coba deh, di sekolah sejak SD-SMA tidak ada tuh acara piknikan ke suatu “spot” di Pekalongan. Yang ada kebanyakan ke Bandung, Bali. Padahal, dari beberapa sumber yang saya baca Pekalongan itu punya nilai sejarah yang tinggi.

Nah, hotel sudah makin banyak nih. Bioskop juga sudah ada. Mall, pasar, jajanan, apa lagi ya..hemm..semua itu dikelola dan dipasarkan dengan baik. Visit jateng yang sepertinya hanya berpusat di Semarang itu harus jadi penyemangat Pemda.
Masa sih, Pekalongan Cuma dikenal pas “syawalan” saja. Atau “setono” nya saja. Dalam benak saya nih, sebagai orang yang masih bangga ber KTP Pekalongan saya punya masukan:
  1.   Buat kampung wisata. Kampung wisata tidak harus nuansa gunung lho. Bisa nuansa pantai, budaya (batik dan tenun).
  2.    Papan nama jalan harus jelas. Ini nih yang merupakan factor kenyamanan. Banyak perempatan tapi nama jalan kadang tidak ada atau rusak.
  3.   Visit pekalongan itu tidak hanya digemborkan keluar, tapi pertama justru ke orang Pekalongan itu dulu. Buat warganya kenal, tahu, mencoba, kalau memang bagus pasti efeknya akan semakin mantap. Every body is marketer
  4.   Big Think. Berpikirlah Pekalongan akan jadi pusat peradaban Pantura beberapa tahun lagi

7:33 PM | by Nurul Inayah | Categories: , | 2 comments
Tulisan di bawah ini bersumber dari posting teman blogger ini Knight of Heaven: Tak Selalu Hebat dari Awal 

Umumnya, biografi para tokoh dan ulama yang sering kita baca menggambarkan mereka telah hebat sejak belia. Ketika usia balita telah mampu menghafal Al Qur'an, masa kanak-kanak yang dihiasi dengan thalabul 'ilmi, dan kecerdasan yang telah nampak sejak usia dini. Bagi orang-orang yang 'terlanjur' dewasa, kisah seperti itu terkadang hanya sebagai hiburan dan hanya bisa menikmati kekaguman terhadap figur ulama. Sebagian lagi menjadikannya motivasi dalam mendidik anak-anaknya.

Yang paling disayangkan, kisah-kisah seperti itu malah membunuh motivasi sebagian orang dewasa yang merasa masih biasa-biasa saja dan tak memiliki kemampuan istimewa.
Motto salah alamatpun sering dijadikan alasan. "Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, belajar di usia dewasa bagai mengukir di atas air." Ia pun merasa sia-sia untuk belajar. Sesekali mendengarkan motto, "Barangsiapa tidak menanam benih (di usia muda) tak akan menuai hasil panen (di usia tua). Kemudian ia merasa sudah tua dan terlambat untuk mencoba.

Mengapa tidak kita ambil motto lain yang lebih cocok dengan usia kita dan lebih memotivasi diri? Seperti perkataan Ahnaf bin Qais untuk mengimbangi motto yang pertama, "Wal kabiiru aktsaru 'aqlan", tetapi orang tua lebih banyak akal. Orang tua memilki kreativitas untuk mengembangkan potensi. Mereka punya banyak cara yang bisa dicoba, tidak sebagaimana anak kecil yang hanya bisa berbuat sesuai dengan apa yang dicontohkan kepadanya.

Kenapa pula kita tidak menggunakan motto, "Jangan katakan kesempatan telah berlalu, karena siapa berusaha niscaya sampailah ia ke tempat yang dituju." Bukankah seandainya kiamat tinggal sehari, lalu di tangan kita ada biji yang siap kita tanam, kita diperintahkan untuk menanamnya? Ini menunjukkan bahwa setiap kebaikan yang kita usahakan tidaklah sia-sia.

Sejarah juga tidak hanya menyajikan sosok-sosok yang istimewa sedari kanak-kanak. Ada yang biasa-biasa saja seperti Malik bin Dinar, setelah putrinya meninggal ia bertaubat sekaligus memulai belajar agama di usia dewasa. Bahkan ulama kenamaan di zaman tabi'in Fudhail bin Iyadh lebih gelap lagi latar belakangnya. Dahulunya ia seorang perampok. Setelah bertaubat dan belajar akhirnya menjadi ulama besar.

Dari zaman ke zaman, selalu ada contoh-contoh yang mewakili sebagai orang-orang biasa, namun menjadi luar biasa karena kesungguhannya yang luar biasa. Seperti yang dilakukan oleh seorang warga Saudi bernama Malik Muhammad Abdul Malik. Meski sudah lebih dari 60 tahun usianya dan mata pencahariannya sebagai sopir, tak menghalangi dirinya untuk mengikuti halaqoh tahfizh Al Qur'an. Hingga akhirnya beliau mampu menyelesaikan hafalan 30 juz selama 15 tahun.

Motivasi yang beliau pegang adalah, "Jika tekad sudah bulat, maka yang susah akan terasa mudah."

Muna Sa'id al Ulaiwah dalam bukunya Qishati fi Hifzhil Qur'an mengisahkan ada kakek tua berumur 80 tahun mendatangi seorang ustadz di Masjid Nabawi dan berkata, "Saya ingin menghafal Al Qur'an, tolong ajari saya." Ustadz menjawab, "Wahai Bapak, umur anda sudah tua. Duduk saja bersama kami untuk mendengarkan." Tapi dia tetap bersikukuh dengan pendiriannya, "Tapi saya ingin menghafal." Sang Guru menyuruhnya membaca Al Qur'an, tapi ia berkata, "Saya belum lancar membacanya, tolong ajari saya dari awal." Tapi siapa sangka, lima tahun kemudian sang kakek telah hafal tiga puluh juz. Alloh tidak menyia-nyiakan usaha hamba-Nya yang bersungguh-sungguh.

Bagi sebagian kita yang merasa sibuk dengan urusan ma'isyah (pencaharian), ada baiknya menyimak kisah yang disebutkan Muna al Ulaiwah di buku tersebut. Yakni tentang sopir yang senantiasa menyempatkan diri untuk menghafal Al Qur'an saat menanti pergantian lampu merah di persimpangan jalan. Ia bekerja sebagai sopir. Ia sengaja menyimpan mushaf di mobilnya, saat lampu merah menyala, ia sempatkan untuk membuka mushaf dan menghafalkan satu dua baris dari ayat-ayat al Qur'an. Dia memberikan kesaksian tentang dirinya, "Aku hafal Surat Al Baqarah sepenuhnya di jalan saat menanti lampu merah." Sangat berbeda dengan kebiasaan orang yang hanya melihat mobil lain di sekitarnya atau bahkan menggerutu mengungkapkan kekesalannya.

Dr. Abdullah Mulhim menegaskan, "Seseorang bisa mewujudkan mimpi-mimpinya dengan cara mengubah pola pikirnya." Ketika seseorang mengubah persepsi susah, sulit, sukar, mustahil diganti dengan mudah dan mungkin, ini sangat membantu seseorang mewujudkan cita-citanya. Begitupun sebaliknya.

Masih di buku yang sama, Muna al Ulaiwah mengisahkan seorang bapak yang memiliki anak yang sedang menghafal Al Qur'an. Bapak itu bercerita, "Saya memiliki anak yang masih kecil, hafalannya sangat bagus. Setiap hari ia menghafal dan menyetorkan hafalannya kepada ustadznya satu setengah halaman dengan lancar. Dengan cara ini, ia telah hafal juz 'Amma, juz 29, dan juz 28. Saat hendak memulai juz ke 27, ia bertanya kepadaku, "Ayah, apakah saya memulai dari depan atau dari belakang?" "Dari belakang saja Nak." Kataku. Ia bertanya, "Kenapa dari belakang?" Kukatakan, "Karena Surat al Hadid itu sulit."

Sang anak pun menurut. Seperti biasanya ia mampu melalui surat demi surat dengan mudah. Namun tatkala sampai ke surat al Hadid, ia merasa kesulitan untuk menghafalnya, hingga butuh waktu satu setengah bulan untuk menghafalnya. Kenapa bisa sesulit itu? Karena telah ter-install di pikirannya bahwa menghafal suat al Hadid itu sulit. Maka persepsi itu sangat mempengaruhi kemampuan seseorang. Begitu pun dengan orang yang sudah dewasa, ketika telah terpatri di benaknya bahwa menghafal itu sulit, maka kesulitan akan dialaminya.

Singkat kata, orang yang optimis, satu tekad saja sudah cukup baginya untuk menepis seribu halangan. Berbeda dengan orang yang pesimis, seribu alasan akan diungkapkan untuk menghindari satu tantangan. Pilihan selanjutnya terserah kita.

Wallohua'lam



sumber:
Knight of Heaven: Tak Selalu Hebat dari Awal
Disadur dari tulisan Ust. Abu Umar Abdillah dengan judul yang sama, di rubrik syakhsiyah Majalah Islam Ar Risalah Edisi 139 (Januari 2013)




7:40 PM | by Nurul Inayah | Categories: , , | 5 comments


Posting saya kemarin tentang lab leuwikopo dikomentarin oleh teman saya +Tri Yulni . Dia bilang, lab leuwikopo sudah ganti nama jadi lab siswadhi supardjo. Hah? Siapa tuh..
salah satu sudut lab leuwikopo

Pada suatu acara sidang S1 teman saya yang bernama +ahmad jani di bagian metode dia masih menuliskan “lab lwikopo”. Kesalahan ini lalu dikoreksi oleh dosen pembimbing bahwa lab leuwikopo sudah berubah nama jadi Lab siswadhi supardjo. Lalu +ahmad jani ditanyai siapakah siswadhi supardjo, dan dia tidak tahu (sayapun sama). Oleh dosen penguji ditunjukan foto-foto yang ada di dinding. Di dinding ruang sidang memang terpasang foto-foto para dekan sejak Fateta IPB didirikan.
praktikum di lab leuwikopo
Siswadhi Supardjo adalah pendiri Jurusan Mekanisasi Pertanian, IPB. Dalam perjalanannya jurusan ini kemudian berubah menjadi Teknik Pertanian dan sekarang perkembangannya menjadi Departemen Teknik Mesin dan Biosistem. Siswadhi juga merupakan dekan pertama Fakultas Teknologi Pertanian IPB. Karya-karya dan kiprahnya dikenal baik di tingkat nasional maupun internasional khususnya dalam mekanisme pertanian.
Jujur saja saya baru tahu tadi malam, wow. Jadi,,pengkaderan mahasiswa baru itu gagal? Hal yang seperti ini terlupa. Pengkaderan mungkin hanya sekedar formalitas seru-seruan acara bentak bentak. Ups...maaf.
Laboratorium Lapang Siswadhi  Supardjo tersebut terdiri dari Laboratorium Alat dan Mesin Perikanan, Bengkel Metanium, Laboratorium Energi Terbarukan, Galeri Inovasi dan Teknologi, Laboratorium Green House dan Kebun Percobaan dengan luas 4 hektar.
Praktikum energi terbarukan (buat arang dari batok kelapa)

Pertama kali saya mengenal tempat ini ketika acara Sapa Himateta (pengkaderan). Praktikum banyak dilakukan di lab lapang ini. Perbengkelan, energi, teknik greenhouse dan hidroponik, teknologi hasil pertanian, teknik pengolahan, rancangan mesin, rancangan teknologi, dan juga mungkin ada mata kuliah lain yang saya lupa.

Praktikum yang berkesan itu pas buat sawah. Mana waktu itu musim kemarau. Mengendarai tarktor di lahan basah dan kering, menanam biji-bijian dengan traktornya, seru banget. Nanem padi pakai penanam otomatis juga lho. Lalu kita tunggu sampai panen, seru banget kan TMB.
Ada lagi praktikum yang unik, yaitu pas praktikum giling padi. Sortir beras berdasarkan kualitasnya dengan penyosohan yang berbeda-beda.
kupas beras, giling padi, sortir
Bibit padi sudah di atas mesin penanam otomatis
Kalau kategori praktikum ter-survive ya praktikum briket mata kuliah energi dan elektrifikasi pertanian. Bab ini memang tidak ribet, tapi yang buat hari itu survive banget adalah saya harus praktikum di jam yang sama di 2 tempat berbeda. Praktikum energi di lab Siswadhi  Supardjo dan praktikum teknik irigasi dan drainase di Gedung Fateta. Kok bisa? Karena besoknya saya mau ijin keluar kota, jadi mau tidak mau harus rapel deh praktikumnya. Dengan modal sepeda saya gowes ke leuwikopo (absen+penjelasan)-fateta (absen+penjelasan)-leuwikopo (bantu-bantu record data)-fateta.
Semoga dengan ganti nama begini, lab bisa lebih baik. Kalau kata falsafah orang jawa sih ganti nama itu salah satu cara buang sial. Sial dari apa? Dari berbagai peristiwa tidak enak. Selama perjalanannya lab leuwikopo pasti sudah makan asam garam kehidupan yang kadang pahit. Juga biar semangat praktikum, research, bagi mahasiswa serta dosen semakin bertambah.